6 Tips Menyelesaikan Masalah Dengan Bijak

Sebagai makhluk hidup, tentu masalah tak lepas dari perjalanan hidup. Namun bukan berarti hal ini menjadi hambatan untuk melangkah maju.
Seorang anak yang masih kecil tentu tidak memikirkan bagaimana caranya mencari nafkah. Mereka hanya memikirkan keinginannya terpenuhi dan meraih kebahagian dari kasih sayang kedua orang tuanya. Kasih sayang ini tidak lepas dari tanggungjawab kedua orang tuanya. Inilah yang terkadang menjadi masalah yang berkenaan dengan kemampuan ayah ibunya dalam menafkahi anak.

Untuk menghadapi hal tersebut, ada beberapa cara untuk mengatasi segala problema hidup, mari kita simak tips menyelesaikan masalah agar dapat dengan bijak diselesaikan.

  1. Perhatikan latar belakang masalah terjadi. Apakah karena faktor ekonomi, pribadi, lingkungan, kesehatan, keluarga, pendidikan, agama, budaya, politik, hukum?
  2. Lihat, masalah ini melibatkan siapa saja? Untuk masalah yang berkaitan dengan salah paham dapat diselesaikan secara musyawarah. Bila belum ada kesadaran dari pihak yang bersalah, jalur hukum akan menjadi pilihan akhir.
  3. Selalu melibatkan Tuhan dalam menyelesaikan masalah, agar segala masalah dapat diselesaikan secara bijak.

Dalam kasus hukum, menghakimi orang lain secara sewenang-wenang atau secara sepihak hanya karena isu atau adanya suap, bukan berarti hal yang pantas untuk mendapat rezeki. Sebab orang yang seperti itu jauh dari Tuhan. Apalagi melakukannya dengan sengaja, tidak berdasar, tidak ada masalah pribadi dan dilakukan hanya demi barang atau uang.

menyelesaikan masalah dengan bijak
menyelesaikan masalah dengan bijak (Ilustrasi/pixabay)

Saling mendukung bukan merugikan atau menyesahkan karena pengadilan akhir merupakan hak Tuhan yang menentukan layaknya kita di sorga atau binasa di neraka. Bahkan saat masih hidup, segala kesalahan sebaiknya diakui agar tidak menjadi beban hidup dan sumber masalah lainnya.

  1. Dalam mengatasi masalah ekonomi bagi anda yang ada waktu dan mampu mengelola usaha, bekerja atau usaha bahkan mengajukan bantuan kepada pemerintah dengan cara yang tepat merupakan hal yang baik. Rekan atau sahabat dapat dijadikan rekanan atau sumber modal usaha. Baik berupa ide, gagasan, dana, tempat, pemasaran dan target pasar.
  2. Untuk sebuah usaha yang ingin terus berjalan dengan baik, mengayomi karyawan, client, rekan bisnis dengan jujur akan menaikkan citra perusahaan agar mendapat hasil kerja yang terbaik.
  3. Sebagai kepala keluarga, seorang ayah bertanggung jawab menafkahi anak dan isterinya. Hal ini menjadi dasar dari ikatan pernikahan dan janji baik di hadapan Tuhan, keluarga dan negara. Begitu pula seorang isteri wajib menjadi pengingat dan pendorong suami, baik dalam mengurus rumah tangga juga mendidik anak. Tak jarang seorang isteri juga harus bekerja menyokong suami mencari tambahan nafkah. Agar tidak ada beban bagi isteri, berbagi tugas bahkan dengan anak dan keluarga besar akan sangat membantu mengatasi permasalahan. Misalnya bagi pasangan suami isteri yang bekerja, anak tetap dalam pengawasan anggota keluarga atau yang dipercayakan walaupun dalam pengasuhan yayasan, sekolah atau orang lain.

Demikianlah tips menyelesaikan masalah dengan bijak, semoga bermanfaat. (SRH)



Artikel ini masuk dalam bahasan:

- Menghakimi orang lain dengan sepihak

Silvia Rotua Hotnida (SRH) - JV

Tim Blogger Igaligo.com

Latest posts by Silvia Rotua Hotnida (SRH) - JV (see all)


Artikel terkait dan Link Sponsor


Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 5 =