8 Cara Menyapih Anak dengan Sederhana tanpa Bahan-bahan Khusus



Memiliki anak memang menjadi impian dan tujuan setiap orang, baik laki- laki maupun perempuan. Anak merupakan satu tahapan dimana seseorang belum bisa melakukan pekerjaaan apapun tanpa ada orang lain yang mengurusinya, baik itu makan, minum, kencing, bahkan bergerak sekalipun. Anak hanya bisa menggerakkan bagian tubuhnya sebatas pada tangan dan juga kaki saja. Oleh karena itulah peran orang tua begitu banyak untuk mengurus anak.

Seperti halnya dengan aktiivitas yang sangat terbatas, perihal makanan pun anak juga sangat terbatas. Anak yang baru lahir sampai dengan 6 bulan pertama hanya disarankan untuk mendapatkan nutrisi dari ASI saja. Setelah melewati masa 6 bulan pertama itulah anak baru bisa mendapatkan tambahan makanan di luar ASI. Tambahan makanan itupun tidak boleh sembarangan. Anak selepas dari 6 bulan pertama hanya memakan makanan yang lembut-lembut dan mudah untuk dicerna. Selain itu, anak juga sebaiknya mengonsumsi makanan yang alami, dimana terdiri dari sayur dan juga buah-buahan. Ketika sudah dapat memakan makanan tambahan tersebut, anak masih tetap meminum ASI sebagai makanan utamanya. Hal ini karena ASI mempunyai manfaat yang sangat banyak bagi anak, bahkan dibandingkan susu formula apapun. Maka dari itulah ASI sangat penting bagi anak.

Cara sederhana menyapih anak
Cara sederhana menyapih anak (pxb)

Apa Itu Sapih?

Seiring dengan berjalannya waktu, anak akan bertumbuh besar dan akan berubah menjadi balita. Ketika sudah tumbuh menjadi balita, anak ini sudah tidak meminum ASI lagi, maka dari itulah anak yang sudah besar dilatih untuk tidak meminum ASI lagi. Dalam tradisi Indonesia, saat anak dilatih untuk tidak meminum ASI disebut dengan “nyapih”.

Kapan Waktu Menyapih Anak yang Tepat?

Nyapih ini dilakukan ketika anak menginjak usia lebih dari 1 tahun. Namun, ini hanyalah umur secara umum anak mulai disapih dan bukan merupakan suatu keharusan. Biasanya umur anak untuk disapih tergantung pada orang tua masing-masing dan juga kondisi yang dimiliki anak tersebut. Namun, umur berapapun anak disapih itu tidaklah menjadi masalah yang serius untuk dibicarakan, asalkan nutrisi yang diperoleh anak tetap cukup. Beberapa tanda yang diperlihatkan oleh anak ketika siap disapih antara lain sebagai berikut:

  • Anak sudah dapat duduk dan menegakkan kepala dalam waktu lama

  • Anak sudah bisa melakukan koordinasi mata, mulut dan tangan dalam waktu yang bersamaan, contohnya memasukkan makanan ke dalam mulut sendiri

  • Anak menolak untuk disusui

  • Ketika sedang menyusu, matanya sibuk memandang sekitar dan lebih tertarik untuk bermain dengan pakaian ibu

  • Anak hanya menghisap p*ting beberapa kali, kemudian melepasnya dan berhenti menyusu

  • Sudah mulai tertarik untuk meminum dari cangkir

Tips Menyapih dengan Sederhana tanpa Bahan Tertentu

Berbicara mengenai menyapih, ada berbagai cara yang bisa dilakukan ibu untuk menyapih anaknya. Biasanya, banyak ibu yang menyapih anaknya dengan cara membuat anak tersebut merasa takut untuk menyusu lagi. Contohnya ibu mengolesi p*ting pay*dara dan sekitarnya dengan bahan-bahan yang terasa pahit dan tidak enak, seperti brotowali, mengkudu, mahoni, dan lainnya. Selain menakuti dengan rasa, ada juga ibu yang membuat pay*daranya terlihat mengerikan, sebagai contoh mengoleskan lipstik agar terlihat berdarah dan anak menjadi takut. Selain bertumpu pada warna dan juga rasa, ibu juga terkadang memplester p*ting payudara sehingga anak mengira itu terluka. Namun cara-cara tersebut kurang tepat karena bisa menciptakan pola pikir yang tidak baik.

Ada alternatif cara lain yang lebih baik dan dapat diterapkan oleh ibu untuk menyapih anaknya. Cara ini merupakan cara yang sederhana dan dengan menggunakan kasih sayang. Berikut ini tips menyapih anak dengan sederhana dan baik:

  1. Kurangilah frekuensi memberikan ASI. Mulailah dengan cara mengurangi frekuensi menyusui anak. Cara ini bisa dimulai ketika siang hari, karena biasanya untuk kenyamanan anak akan menyusu pada pagi dan malam hari. Maka dari itulah ibu bisa memulainya ketika siang hari agar anak tidak kehilangan zona nyamannya.

  2. Ibu mulai membatasi tempat menyusui. Misalnya ibu hanya mau menyusui di dalam kamar saja, hal ini selain akan mengurangi frekuensi menyusui anak, juga akan melatih agar anka tidak meminta disusui di sembarang tempat.

  3. Memberikan pemahaman pada anak. Hal ini bisa dilakukan ibu agar mengatakan pada anak “adek sudah besar, sudah waktunya minum sendiri”. Hal ini akan mendewasakan diri anak.

  4. Gantilah ASI dengan memberikan makanan-makanan lembut lainnya pada anak, seperti biskuit, jus, atau yang lainnya

  5. Gantilah ritual menyusui dengan aktivitas lainnya. Misalnya apabila anak harus disusui dahulu ketika menjelang tidur, maka ibu harus menggantinya dengan aktivitas lain, seperti membaca dongeng dan lain sebagainya.

  6. Tempatkanlah makanan yang disukainya pada gelas atau cangkir. Hal ini akan sangat membantu bagi anak agar berhenti menyusu. Hal ini karena anak akan cenderung memilih makanan atau minuman yang dia sukai daripada menyusu kepada ibunya.

  7. Perkenalkan makanan-makanan baru pada anak. Makanan baru akan sangat membantu anak berhenti menyusu, terutama makanan yang mempunyai cita rasa manis dan juga penampilan menarik (warna dan bentuk). Hal ini akan menyita perhatian anak daripada perhatiannya kepada ASI. Dan apabila anak menyukainya, maka hal ini akan menjadi langkah awal yang bagus.

  8. Sibukkan kegiatan. Menyibukkan kegiatan anak juga akan mengalihkan perhatian anak dan membantunya untuk berhenti menyusu, sehingga lambat laun akan menghentikan kebiasaan menyusu. Hal ini karena perhatian dan ingatan anak akan ASI bisa dialihkan, sehingga akan akan terbiasa hidup tanpa ASI.

Itulah beberapa tips yang dapat kami berikan bagi ibu yang ingin mulai menyapih anaknya. Tips tersebut sederhana, mudah, dan pastinya menggunakan kasih sayang. Namun perlu diingat pula bagi para ibu, jangan lupa untuk sering membelai anaknya agar tidak merasa kekurangan kasih sayang akibat tidak disusui lagi.

Tips yang diberikan di atas baik dilakukan untuk ibu, namun perlu juga didukung oleh anggota keluarga lainnya. Ayah, kakak, nenek, kakek, dan semuanya pun juga harus turut membantu dalam kesuksesan program menyapih ini. Jauhkan anak dari apapun yang bisa mengingatkannya dengan menyusu. Ibu dan anggota keluarga lainnya akan lebih baik apabila memberikan minum dengan cangkir kepada anak. Pemberian minum dengan botol juga akan memberikan dampak buruk pada anak, yakni mengganggu pertumbuhan gigi. Oleh sebab itu, biasakan anak diberikan minum dengan menggunakan cangkir saja supaya kesehatan dan pertumbuhan gigi anak baik.



Artikel ini masuk dalam bahasan:

- cara menyapih anak secara alami - cara tradisional menyapih - menyapih secara alami - cara menyapih tradisional - cara tradisional nyapih anak - cara tradisional menyapih anak - cara yg tepat dan manjur untk menyapih secara alami - menpih anak secara tradisional - Menyapi anak - menyapih anak dengan buah mahoni amankah?

Artikel Terkait dan Link Sponsor

8 Cara Menyapih Anak dengan Sederhana tanpa Bahan-bahan Khusus Post in | Last updated: June 6th, 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − 9 =